Showing posts with label dark. Show all posts
Showing posts with label dark. Show all posts

9.15.2011

Transformers 3: Dark of The Moon (3D)

SIAPA YANG GAK SUKA TRANSFORMERS??? Oke, selain ibu gue. SIAPAA??

Susah untuk mencari orang yang tidak tertarik dengan film eye-candy semacam Transformers. Full-time explosion, hingga melupakan jalan cerita. Tapi tidak mengapa, karena ketika gue bilang eye-candy, it really is.

Animo masyarakat Indonesia ketika film ini keluar cukup miris. Patungnya bertebaran di mall-mall Indonesia, tapi filmnya tidak kunjung masuk. Gue pun korbannya, gue rela download versi bajakannya yang masih sangat jelek hingga Sam Witwicky looks more like Sentinel Prime.

Tidak butuh waktu lama, akhirnya gue kejar juga film itu ke Singapore, dan gue pun bisa menonton dengan kualitas manusiawi (despite the fact that it’s a robotic movie). Kecewa, karena walaupun udah keluar negeri, gue belom nonton versi 3Dnya. Dan pada saatnya film ini rilis di Indonesia, gue pun nonton 3Dnya. *ngapaen dikejar ke S’pore dong?*

But anyway, komplitlah, nonton di rumah, di singapore, dan di Indonesia. Dengan 3 kualitas  yang berbeda.

Transformers versi Michael Bay memang tidak menaruh cerita sebagai keunggulannya, layaknya Power Ranger yang (sepertinya) tidak bakal cocok bila dibawa seperti The Dark Knight. Film ini memang mengutamakan visual effect sebagai bambu runcingnya, bahkan seseorang tuna runggu pun dapat menikmatinya. Atas dasar itu, gue rela untuk menonton ketiga kalinya, hanya agar bisa mendapatkan 3D experiencenya.

And it’s worth it. Terlepas dari fakta bahwa gue nonton di bioskop Bandung yang emang murah tiket 3Dnya, the effect blows me away. Dan gue berani bilang, “Loe belom nonton Transformers kalau belom nonton dalam 3D”. It’s effin’ cool. Rata-rata, efek 3D akan membuat film gelap, namun sepertinya Bay cukup cerdik dengan menambah brightnessnya dari awal, sehingga filmnya pun tetap cukup terang bila dibawa 3D.

Lupakan ceritanya, bawalah teman laki-laki, dan nikmatilah bersama-sama. Setiap ledakannya, setiap transformasi robotnya, setiap kali batu-batuan dari bulan melompat keluar dari layar perak, nikmatilah. Jangan gunakan otak Anda untuk mencerna film ini, karena pasti akan banyak sekali pertanyaan terlontar. And that’s how you enjoy a Transformers movie.

7.18.2011

The Dark Knight

The Dark Knight
Sebelum kita membahas TDK, kita harus sepakat bahwa “Batman Begins” adalah salah satu film Batman terbaik (kalau tidak mau berlebihan dengan mengatakannya sebagai film Batman terbaik). The Dark Knight, membawa franchise Batman ala Chris Nolan ke level tertinggi. Memecahkan rekor penjual terbesar selama 1 hari, 3 hari, dan akhirnya menembus 1 billion dollar, TDK kini diakui sebagai film superhero terbaik, dan bahkan salah satu film terbaik yang pernah dibuat. Kini, tiap film superhero yang keluar selalu dibandingkan dengan TDK. Ya, TDK memang telah mematok standard untuk film superhero sekarang.

Mari kita mulai dari adegan awal. Segerombolan orang berusaha membobol sebuah bank di Gotham. Dengan strategi yang hebat, kita akhirnya tau bahwa Joker adalah otak dari perampokan ini. Lalu scene berganti dengan aksi Batman menggagalkan kejahatan, dan tampak beberapa Batman palsu menggunakan pistol ingin membantu.

Dengan awalan seperti itu, kita bisa mengetahui bahwa ini adalah pertarungan antara Batman dengan musuh abadinya, Joker. Lalu penonton disuguhi dengan performa brilian Heath Ledger sebagai Joker hingga membuat Joker versi Jack Nicholson seperti untuk anak-anak. Joker ditampilkan sebagai karakter sadis, psikopat, dan spontan. Bahkan tidak berlebihan rasanya bila mengatakan Joker adalah pemeran utamanya, instead of Batman himself. Untuk aktingnya, Ledger sendiri mendapatkan Oscar untuk Best supporting Actor. Suatu pencapaian sendiri, karena sebelumnya film adaptasi komik belum pernah memenangi Oscar untuk kategori akting.

Film berdurasi 2 jam lebih ini menyuguhkan banyak action, ledakan, dan isi otak Joker yang lebih psikopat dibanding penjahat dalam film psikopat (saya tidak bisa bilang lebih banyak, untuk menjaga tidak ada spoiler). Di tengah film, Harvey Dent yang awalnya adalah karakter baik dirubah oleh Joker menjadi karakter antagonis, Two-Face. Make up Two-Face sendiri membuat Two-Face versi Tommy Lee Jones seperti topeng Halloween anak-anak.

Cerita yang dibangun dengan sempurna dari awal, berakhir diplomatis di mana tidak semua superhero mendapatkan keinginannya. Seperti perempuan, tenar, dipuja, dan mengalahkan penjahatnya, tidak, saya tidak menyindir Spider-man, atau Iron Man :P

Dialog cerdas mewarnai film ini, membuatnya lebih dari sekedar film superhero. Tidak seperti Batman and Robin di mana kita mendapati “BOOM” “POW” “SHAZAM” dan sebagainya.

In the end, The Dark Knight adalah film yang harus Anda tonton sebelum Anda meninggal. Because it’s just too good.

Lanjutan TDK, yaitu The Dark Knight Rises dijadwalkan tayang Summer 2012 ini, dan akan menutup trilogi The Dark Knight.