10.01.2011

Sejarah Angka Nol

Angka nol saat ini sangat umum sekali digunakan. Tapi, sebenarnya siapakah yang pertama kali menciptakan angka nol. Mungkin saat ini kita sulit membayangkan bagaimana suatu perhitungan tanpa angka nol, tapi bagi masyarakat jaman dulu, mereka lebih sulit lagi membayangkan angka nol.

Angka nol bisa dianggap sebagai kosong atau suatu kehampaan. Maka, bagaimana suatu yang tidak ada bisa ada. Ibaratnya, “How can nothing be something”. Lagipula, dalam kehidupan sehari-hari sendiri kita jarang sekali menggunakan ‘nol’. Kita akan lebih memilih menggunakan kata ‘tidak ada’. Inilah yang menyebabkan kemunculan angka nol datang cukup lama.

Diduga, angka nol baru keluar sekitar abad ke 9. Sebelum kita membahas kemunculan angka nol, mari kita bahas dulu bagaimana sistem angka pada masyarakat jaman dulu.

Bangsa Babilonia

Bangsa ini tidak mengenal angka nol. Namun mereka sudah hampir ke sana. Mereka menggunakan spasi sebagai place holder atau pengisi kedudukan. Misalnya, 207 mereka gambarkan sebagai 2 7. Namun akhirnya, cara ini tidak efektif dan sering salah pengertian. Lalu mereka pun mulai membuat simbol untuk menggantikannya. Seiring dengan peradaban Babilonia mundur, nol pun mengalaminya.

Bangsa Yunani

Bangsa ini memiliki sistem bilangan yang lebih rumit. Bisa dibilang, bangsa ini menyembah angka. Mereka memiliki kecerdasan dalam bidang geometri maupun filsafat. Namun nol tetap tidak ditemukan di sini.

Nol juga sempat menjadi place holder lagi dalam sistem kalender rumit peradaban Maya. Namun seiring dengan jatuhnya peradaban Maya, nol juga jatuh lagi.

India

Ada masanya di mana bangsa barat mengalami kemunduran, sedangkan bangsa Timur maju. Di India, di mana Hinduisme India mengakui konsep ‘kehampaan’, diduga sebagai awal dari terciptanya angka nol pada abad ke-9.

Saat India merosot, angka nol juga. Tapi dari India, ia beralih ke Cina dan Arab dengan peradaban Islamnya yang maju sekali. Dari sinilah, muncul figur Al Khwarizmi dengan teori aljabarnya mempopulerkan angka nol hingga sekarang.


sumber:
http://shofiqsula.wordpress.com/2008/08/07/asal-usul-angka-nol/
http://www.mykaskus.info/2010/04/sejarah-angka-0.html
http://www.galeka.web.id/2010/11/sejarah-angka-nol/

9.20.2011

Thor

Dewa petir menyambar layar perak

Bagi yang suka mitologi dewa-dewaan seharusnya tahu Thor. Namun, Thor juga merupakan salah satu karakter komik ciptaan Marvel. Well, Thor adalah salah satu anggota awal Avengers, dan dalam rangka merealisasikan niat Marvel untuk membuat live-action The Avengers, tentunya sebuah film Thor dibutuhkan.

Maka, tanggapan awal adalah film Thor ini dibuat hanya untuk bisa melompat ke film Avengers. Film Thor tidak digarap dengan serius. Aktornya saja siapa? Chris Hemsworth. Sedikit sekali yang kenal aktor ini, coba bandingkan dengan Robert Downey Jr.nya Iron Man.

Tapi mari kita kesampingkan semua hal itu dan mencoba objektif menilai Thor. Yes, Chris Hemsworth memang tidak terkenal, tapi setelah menonton Thor, saya tidak bisa memikirkan aktor lain untuk menjadi Dewa perkasa nan sombong ini. Chris Hemsworth is the right choice. Natalie Portman? Ah sudahlah, dia jadi siapapun saya setuju kok :)

Lalu ke cerita, saya harus mengakui penceritaan Thor sangat mengalir dengan baik. Sebelumnya saya tidak pernah tahu cerita asli Thor maupun membaca komiknya, saya blank tentang Thor. Namun, hanya cukup dengan menonton film ini, setidaknya saya bisa mengerti sedikit asal-usul Thor. So, well written!

Plot. Sayangnya, Thor ini memang terkesan dibuat sebagai pengenalan karakter Thor di dalam Avengers. Coba saja bandingkan Iron Man, walaupun tetap pengenalan, namun masih ada pendalaman karakter lebih jauh dan cerita yang masih punya banyak sub-plot. Thor terkesan melihatkan, dirinya yang sombong, lalu dibuang, lalu berubah menjadi baik, dan oh ya, dia punya adik tiri yang jahat. That’s it. So, it was okay.

Effect. Film ini obral effect. Penggambaran Asgardian sebagai habitat Thor ditampilkan full CGI. Tapi kadang hal ini menjadi lebay, malah suka berbau Power Ranger. Dibandingkan dengan efek Iron Man? Jauh.

Overall, Thor is a summer flick. Menghibur, enteng, dan memanjakan mata. 7/10.

9.18.2011

Komputer Generasi Kedua


Komputer telah mengalami banyak evolusi sampai menjadi komputer yang kita kenal sekarang. Saat ini, komputer sudah berada pada generasi keempatnya dan menuju kepada generasi 5. Ada pun kali ini saya akan membahas komputer generasi kedua. Tapi ada baiknya saya ceritakan singkat tentang komputer generasi pertama terlebih dahulu.

Komputer generasi pertama dijalankan menggunakan tabung hampa. Tabung hampa yang digunakan dapat mencapai 17 ribu buah. Bayangkan, bila satu tabung hampa berukuran seperti penghapus papan tulis, maka berapa ruang yang dibutuhkan hanya untuk satu komputer saja. Contoh komputer generasi pertama adalah ENIAC, EDVAR, dan EDSAC.

Komputer generasi kedua tidak lagi menggunakan tabung hampa, melainkan menggunakan transistor. Transistor pertama kali ditemukan pada tahun 1947. Sejak tahun 1955 sampai seterusnya transistor resmi menggantikan tabung hampa.


Transistor

Banyak sekali kelebihan dari komputer bertransistor ini. Pertama, tentunya perubahan ukuran yang mengecil drastis. Ini dikarenakan ukuran transistor yang lebih kecil daripada tabung hampa dan jumlahnya tidak sampai 17 ribu seperti tabung hampa :)

Lalu, transistor juga mengonsumsi tenaga lebih sedikit dari tabung hampa. Pada komputer generasi kedua ini juga, bahasa komputer ditemukan, begitu juga dengan kemampuan untuk menyimpan data (memory).

Sebenarnya, komputer generasi ketiga dan keempat hanyalah pemodifikasian dari transistor yang digunakan pada generasi kedua. Secara istilah sains, hanya ada dua generasi komputer. Komputer yang menggunakan tabung hampa dan transistor. Istilah generasi ketiga dan keempat keluar dikarenakan oleh industri komputer.




Sumber: http://en.wikipedia.org/wiki/History_of_computing_hardware#Second_generation:_transistors

Abacus


Apa sih Abacus? Eh, ngapain sih bahas Abacus?

Sebelumnya, saya mau bilang. Bahwa selanjutnya, tugas Pengantar Ilmu Komputasi saya bakal dipost di blog ini juga. Dan salah satu tugasnya adalah membuat tulisan mengenai Abacus. Apa itu abacus? Silahkan lanjut membaca.

Abacus bisa dibilang sebagai salah satu bentuk komputer. Komputer, berdasarkan definisinya adalah alat menghitung. Komputer tidak harus besar, mempunya monitor, dan bisa buat main game. Abacus sebenarnya adalah wujud awal dari komputer.

Mungkin masyarakat Indonesia awam sekali dengan nama abacus, tapi bila mendengar nama sempoa nggak kan? Nah abacus itu sebelas-dua belas sama sempoa. Bahkan sama. Fungsinya? Tentunya untuk menghitung. Pada jaman dahulu, tentunya belum ada barang elektronik, tapi masyarakatnya sudah mulai berhitung. Untuk keperluan jual-beli atau semacamnya. Abacus dahulunya dibuat dari bebatuan, kayu, atau juga metal.

Abacus sendiri banyak jenisnya, ada Abacus Cina, Rusia, Roman, atau pun juga Jepang.

Abacus Cina

Roman Abacus
Abacus Jepang

Abacus Rusia

Saat ini, abacus masih dipakai. Seperti sempoa yang masih ada sampai sekarang sebagai  cara alternatif untuk menghitung cepat. Abacus sendiri juga masih dipakai oleh kaum tuna netra karena lebih mudah (kalau kalkulator kan harus ngeliat layarnya :P)

Oke deh, gitu aja. Post selanjutnya saya akan membahas Komputer Generasi Kedua. Apa itu? Baca aja ya nanti. :)




sumber: 
http://en.wikipedia.org/wiki/Abacus

9.15.2011

Transformers 3: Dark of The Moon (3D)

SIAPA YANG GAK SUKA TRANSFORMERS??? Oke, selain ibu gue. SIAPAA??

Susah untuk mencari orang yang tidak tertarik dengan film eye-candy semacam Transformers. Full-time explosion, hingga melupakan jalan cerita. Tapi tidak mengapa, karena ketika gue bilang eye-candy, it really is.

Animo masyarakat Indonesia ketika film ini keluar cukup miris. Patungnya bertebaran di mall-mall Indonesia, tapi filmnya tidak kunjung masuk. Gue pun korbannya, gue rela download versi bajakannya yang masih sangat jelek hingga Sam Witwicky looks more like Sentinel Prime.

Tidak butuh waktu lama, akhirnya gue kejar juga film itu ke Singapore, dan gue pun bisa menonton dengan kualitas manusiawi (despite the fact that it’s a robotic movie). Kecewa, karena walaupun udah keluar negeri, gue belom nonton versi 3Dnya. Dan pada saatnya film ini rilis di Indonesia, gue pun nonton 3Dnya. *ngapaen dikejar ke S’pore dong?*

But anyway, komplitlah, nonton di rumah, di singapore, dan di Indonesia. Dengan 3 kualitas  yang berbeda.

Transformers versi Michael Bay memang tidak menaruh cerita sebagai keunggulannya, layaknya Power Ranger yang (sepertinya) tidak bakal cocok bila dibawa seperti The Dark Knight. Film ini memang mengutamakan visual effect sebagai bambu runcingnya, bahkan seseorang tuna runggu pun dapat menikmatinya. Atas dasar itu, gue rela untuk menonton ketiga kalinya, hanya agar bisa mendapatkan 3D experiencenya.

And it’s worth it. Terlepas dari fakta bahwa gue nonton di bioskop Bandung yang emang murah tiket 3Dnya, the effect blows me away. Dan gue berani bilang, “Loe belom nonton Transformers kalau belom nonton dalam 3D”. It’s effin’ cool. Rata-rata, efek 3D akan membuat film gelap, namun sepertinya Bay cukup cerdik dengan menambah brightnessnya dari awal, sehingga filmnya pun tetap cukup terang bila dibawa 3D.

Lupakan ceritanya, bawalah teman laki-laki, dan nikmatilah bersama-sama. Setiap ledakannya, setiap transformasi robotnya, setiap kali batu-batuan dari bulan melompat keluar dari layar perak, nikmatilah. Jangan gunakan otak Anda untuk mencerna film ini, karena pasti akan banyak sekali pertanyaan terlontar. And that’s how you enjoy a Transformers movie.

9.06.2011

Something Borrowed

Cinta dan persahabatan seringkali tidak selaras dan memberi masalah dilematis dalam kehidupan. Terkadang kita harus memilih antara orang yang kita cintai, atau sahabat yang telah lama bersama kita. Meski sering, pilihan kita tidak benar.

Tema itulah yang diangkat oleh Something Borrowed. Rachel seorang pengacara berumur 30 mempunyai seorang sahabat dari kecil bernama Darcy. Dari awal, kita sudah diperlihatkan betapa baiknya Rachel dan betapa kacaunya Darcy. Mulai dari pesta terus-terusan, mabuk-mabukan, dan segalanya. Sampai titik ini, saya sudah bingung bagaimana mereka bisa jadi sahabat.

Darcy sendiri mempunyai tunangan bernama Dex, yang mana adalah teman kuliah Rachel di sekolah hukum. Singkat cerita, ternyata Rachel dan Dex saling mencintai, tapi tidak ada dari keduanya yang pernah mengakui. Mereka mulai selingkuh, pacaran diam-diam. Dan Rachel pun diberikan pilihan antara pria yang ia cintai dan mengkhianati sahabatnya, atau melupakan cintanya yang dia pendam dari dulu dan tetap menjaga persahabatan yang sudah ada.

Dengan premis semacam itu, film mengalur dengan baik, lucu, dan enjoyable. Ditambah karakter Ethan sebagai teman dekat Rachel yang cukup lucu. Namun, dari tengah hingga akhir film. Masalah semakin rumit, dan ditambah. Mulai dari orang tua Dex yang tidak setuju, lalu secara mendadak Ethan juga menyukai Rachel. Dan cerita pun berakhir hambar serta terkesan dipaksakan. Ini sangat disayangkan, karena seharusnya cerita bisa berakhir lebih diplomatis lagi dan tidak sepihak. Apalagi karakter Darcy semakin  dijelek-jelekkan. Padahal ia tidak salah, seharusnya tidak pernah salah.

Overall, saya kecewa dengan penyelesaian masalahnya. Padahal seharusnya film ini bisa menjadi romantic cliche yang baik.

8.25.2011

Review Stand Up Nite #3

Apa sih Stand Up Nite #3? Woi kok udah 3 aja? Malem-malem berdiri? Yang berdiri apanya?





Tenang-tenang, gue jelasin dulu nih awalnya. Pastinya kalian semua tau Stand Up Comedy kan? Gak? Err....
Stand Up Comedy itu simple, ada 1 orang berdiri terus ngelucu, itu Stand Up Comedy. Kalau mau jawaban lebih formal bisa digoogle. Terlepas dari itu, mari kita formal-in aja penjelasan gue. *dilempar bakso formalin*
Nah, ternyata, Stand Up Comedy yang merupakan budaya dari Amerika ini sudah masuk ke Indonesia. Digagas oleh beberapa orang seperti Isman, Raditya Dika, Pandji, dan Ernest, salah satu jenis komedi ini sudah mulai rutin digelar. Nah kebetulan gue gak ngeh akan Stand Up Nite #1, gak bisa dateng karena lagi ospek kuliah pas Stand Up Nite #2, akhirnya gue nyempetin diri ke Stand Up Nite #3.
Gue dateng bareng temen gue @adhikapp. Walaupun lebih cocok disebut nebeng dengan temen gue. Well, anyway, gue sampe kira-kira jam setengah 7-7an di Rolling Stone Cafe, tempat digelarnya Stand Up Nite #3 ini. FYI, gate open setengah 6 dan acara dimulai jam 8. So, yeah I was pretty early.
Dengan harapan dapet kursi gue masuk, dan masih sepi ternyata!!!. Sepi saudara-saudara (FYI, total pengunjung akhirnya 978 orang). Tapi tulisan reserve di tiap meja bikin gue gak bisa duduk. Sampe akhirnya kita muter-muter kayak orang bego ngelirikin tiap meja. Dan si Adhika, temen gue kalo lu udah lupa, dengan tololnya ngira Ernest itu waiter.
*tepuk pundak*
A: Mas, kursi yang kosong ada gak?
E: *Dijawab dengan serius*
Ya begitulah...





*nyolong dari website Rolling Stone*
Sampe akhirnya gue nemu meja dengan 1 kursi di rada samping stage, ketutupan, no wonder gak ada yang reserve. Kita duduk di situ, sampe akhirnya meja di depan kita yang ada 2 orang, malah pergi pas acara mulai. Kita pindah ke situ.

Okay, enough about that, gue sendiri mau review setiap comic (panggilan buat si komedian), dengan harapan mereka baca dan inget nama gue. *yes sekarang lu inget!*
Malam itu dibuka oleh special guest @Indro_Warkop. Awalnya, gue kira dia bakal Stand Up juga. Well, dia emang berdiri, tapi ternyata cuman kasih speech doang. Booo!!! *ditarik satpol PP*

1. @Pandji
Ayo, siapa yang gak tau Pandji? Presenter, rapper, dan sekarang komedian, membuka malam itu. Gue nonton di Youtube Stand Up doi yang pertama, jujur, gue kurang suka. Tapi ini berubah saat gue liat dia langsung. Temanya enak banget, Islam, FPI, dan terakhir ganja. Tema-tema sensitif yang bisa disentil dengan mudah dan bikin orang ketawa. Oh ya, ada tema “Gerakan 1 Juta di Facebook” juga, which I highly doubt it is real. Overall gue ketawa banget. Terutama dengan openingnya yang niru suara khotib. Intonasi dan stage actnya memang menunjukkan doi sudah matang sekali. *dipetik* *LU KIRA MANGGA!!!*

2. @Adriandhy
“Pique dalam ukuran sachet”. Serius, gue kasian banget sama nih orang. Terlepas punya follower ribuan di Twitter, orang ini cukup kurang dikenal. Parahnya, dia ditempatin abis Pandji yang sukses. Ketawa kecil menghiasi, walau sekali-sekali ada ketawa besar. Beberapa jokesnya ketebak sama gue dan temen gue. Seperti DEDI Kasi, itu udah gue tebak mau diplesetin jadi DEDI yang lain, jokes Drive Thru McD, dan jokes DJ Ciledug itu ditebak temen gue. Banyak juga yang ngeluh dia ngomongnya kecepetan. Gue gak mau sok pinter di sini, which obviously I am not, tapi kurang menghibur jokesnya. Anyway, dia cukup ganteng kok, dan saya seorang pria.

3. @ismanhs
I know this guy. Tulisan film hollywood dalam 5 menitnya di Yahoo itu lucu banget. Twitternya juga lucu. Tapi saat liat dia ngomong, kenapa itu jadi pudar ya? Gue nonton juga dia di Youtube pas Stand Up Nite #1. Dan itu juga kurang lucu. Dan saat dia maju pun, gue ngantuk. IMHO, gue sendiri kurang aksennya, sedikit kaku, walaupun gak bisa salahin dia. Dan sepertinya tema jokesnya kurang bisa ditangkap. Atau gue yang dongo? But yeah, gue gak inget banyak jokesnya dia abis acara itu. *please mas, tetep follow twitter saya ya... jangan diunfollow*

4. @miund
Eh serius ini cewek? Gue kira ini cowok lho. Dan ternyata @miund ini scriptwriternya Farhan ya? Gue kurang ngeliat benang merah jokes dia semalem. Seakan-akan gak pake tema. Walaupun ya sekitar hubungan cewek-cowok, tapi seperti keluar spontan semua. Dan unexpectedly, menghibur. Mungkin ada pengaruh dengan suaranya yang lembut dan nadanya yang enak didengar. Oh ya, jokesnya cukup vulgar, walaupun menurut dia, masih bisa lebih vulgar lagi. Salam buat Dina dan Dini deh mbak!! =))))

5. @ernestprakasa
Nah ini nih si penggagasnya Stand Up Indo. Penampilan Stand Up Indo pertamanya menurut gue biasalah, average. Tapi kemaren itu!!!! *standing ovation*. Gue ketawa terus, ralat, semua ketawa terus. Dia Cina, dan jokes dia tentang Cina. Kurang apa? Hal-hal klise seperti KW, obat cina keluar semua. Belum lagi soal kamera di toilet. Anjing, itu lucu abis. Salut bro!!
p.s. eh ketinggalan satu, kemaren itu lu bentar banget kayaknya, apa sangking serunya ya? :D

6. @asepsuaji
Flow dari Ernest ke Asep itu enak banget, crowd yang lagi ketawa semua disambung sama Asep. Gue suka banget nih orang pas Stand Up pertama. Jokesnya rata-rata maenin nama orang doang. Sayangnya, pas kemaren, materi itu keluar lagi. Dan sialnya, banyak yang keluar lagi. Ditambah dengan lupa berapa kali, salah setup, liat contekan. Walaupun bisa jadi lucu, tapi sebenernya itu kurang profesional menurut gue yang sotoy ini.

7. @mosidik
Badannya gede banget bos. Dan itu jugalah yang jadi sasaran jokesnya. Mungkin trend kali ya. Orang Islam jokesnya tentang Islam, yang Cina tentang Cina, dan yang gendut tentang gendut. Gak jelek sih, tapi gak outstanding juga menurut gue. Ketawa gue paling kenceng tentunya saat jokes Angry Birds. Ya, above averagelah. *gue siapa sih?*

8. @radityadika
Ah, siapa yang gak tau ini orang. Jokes awalnya tentang hantu. Udah 3x stand up temanya ada hantunya semua. Cuman, walaupun temanya sama, punchlinenya beda. Jokes pocong salah pergaulan itu cukup lucu lho. Abis itu dia, menceritakan soal awal menulis bukunya. Kalau pernah baca bukunya pasti tau sih, begitu juga dengan gue. Jadi saat dia bilang, bahwa nyokapnya yang borong bukunya gue udah tau. Cuman, gak ada yang bisa ngalahin mimik, vocal, intonasi, ekspresi dan hal-hal lainnya dari Raditya Dika. He was born for this. Bahkan gue yakin, tanpa materi yang lucu pun, orang masih akan ketawa. Karena dia adalah Raditya Dika.
Oke, jadi itu review gue buat 8 comic. Kalau mau ditanya siapa yang paling lucu menurut gue, juaranya jatuh ke Ernest, Raditya Dika, Pandji. Dan di sini urutan penyebutan berpengaruh. Seriously, jokes Ernest, walaupun klise dan temanya biasa, tapi baru. At least buat gue. Dan gue bener-bener terhibur. Jokes Dika, lebih karena vocal dia yang macem-macem dan ekspresi dia yang emang lucu.
So that’s it. 
p.s. Bagi kalian yang cukup bodoh untuk memahami bahwa @nama_orang itu apa. Itu adalah twitter account yang bersangkutan. *nyangkut*

8.06.2011

Najwa - Innocent Soul

Mungkin, bahkan, hampir bisa dipastikan, nama Najwa terdengar sangat asing di kuping pecinta musik Indonesia. Tidak heran, penyanyi soul bernama lengkap Najwa Mahiaddin ini berasal Malaysia.

Pertama kali saya mengetahui talentnya dari Organic. Label indie yang menaungi Maliq & d’Essentials, 21st Night, Soulvibe, Boogiemen, dan sekarang juga Sir Dandy. Mereka aktif nge-tweet tentang artis ini. Ternyata, Widi Puradiredja, drummer Maliq sedang memproduseri album Najwa. Semua proses recording dilakukan di Indonesia pada saat bulan Ramadhan 2010. Sejak saat itu, saya terus mencari-cari video Najwa di Youtube. And the juice worth the squeeze. She’s just amazing.

Sayangnya, album Najwa ini tidak tersedia di Indonesia, walaupun produser dan prosesnya berasal dari Indonesia. Saya sempat mencarinya hingga Singapore, masih tidak ada. Akhirnya saya menemukannya di jiwang.org. Semacam Indowebsternya Malaysia. Saya pun senang :)
Mari mulai ke reviewnya. Innocent Soul, berisikan 10 lagu beraliran soul/jazz/pop. Lebih cenderung ke soul, Najwa bisa disejajarkan dengan Dira Sugandi, Djemima, atau mungkin Raisa. Mereka semua mewakili musik yang setipe. Hanya saja, harus diakui, Najwa memiliki salah satu suara terkuat. Apalagi dukungan musik yang sangat kuat. Saya sempat melihat behind the scene pembuatan albumnya. Musik Najwa didukung oleh Rayendra sebagai drummer, Kitut di Keyboard dan Yance Manusama di Bass.

Solid arransemen dan lagu yang hampir semuanya diciptakan oleh Najwa sendiri membuat album ini must have, or at least, must download. Mengandalkan Got to Go sebagai singlenya. Najwa mencoba komersil di lagu ini, progresi kord yang cukup simple tapi berubah hanya saat reff terakhir. Sayang sekali, karena jujur, kord saat reff terakhir lebih enak, lebih terasa jazzy.

My personal track sendiri ada pada lagu kedua, Sweet October. Mendengar lagu ini membuat saya teringat pada lagu Joss Stone. Lagu up beat, ramai, ceria, dan dibawakan dengan vokal yang kuat. Terlepas dari kordnya yang juga cukup simpel.

Setelah 2 lagu pembuka tersebut, Najwa mulai menunjukkan sisi aslinya. Musiknya menjadi lebih lambat, lebih soulful. Track seperti Jealousy, Monday Blues, atau How Long Must I Wait adalah wajib hukumnya didengar. Pada track tersebut, vokal Najwa benar-benar terekspos.

Sisa lagunya sendiri, saya kurang menyenanginya. Terkesan sedikit dipaksakan. Lagu Innocent Soul sendiri yang menjadi judul albumnya sangat menyentuh. Namun tidak spektakuler.
Overall, album ini adalah must have bagi pecinta musik Soul. Terlepas dari 3 track yang kurang pas dengan saya, sisanya cukup menopang keutuhan album ini sendiri. Solid vocal, solid song, solid arransemen. Anda tidak punya alasan untuk tidak mendengarkannya.
Rating: 9/10

7.18.2011

The Dark Knight

The Dark Knight
Sebelum kita membahas TDK, kita harus sepakat bahwa “Batman Begins” adalah salah satu film Batman terbaik (kalau tidak mau berlebihan dengan mengatakannya sebagai film Batman terbaik). The Dark Knight, membawa franchise Batman ala Chris Nolan ke level tertinggi. Memecahkan rekor penjual terbesar selama 1 hari, 3 hari, dan akhirnya menembus 1 billion dollar, TDK kini diakui sebagai film superhero terbaik, dan bahkan salah satu film terbaik yang pernah dibuat. Kini, tiap film superhero yang keluar selalu dibandingkan dengan TDK. Ya, TDK memang telah mematok standard untuk film superhero sekarang.

Mari kita mulai dari adegan awal. Segerombolan orang berusaha membobol sebuah bank di Gotham. Dengan strategi yang hebat, kita akhirnya tau bahwa Joker adalah otak dari perampokan ini. Lalu scene berganti dengan aksi Batman menggagalkan kejahatan, dan tampak beberapa Batman palsu menggunakan pistol ingin membantu.

Dengan awalan seperti itu, kita bisa mengetahui bahwa ini adalah pertarungan antara Batman dengan musuh abadinya, Joker. Lalu penonton disuguhi dengan performa brilian Heath Ledger sebagai Joker hingga membuat Joker versi Jack Nicholson seperti untuk anak-anak. Joker ditampilkan sebagai karakter sadis, psikopat, dan spontan. Bahkan tidak berlebihan rasanya bila mengatakan Joker adalah pemeran utamanya, instead of Batman himself. Untuk aktingnya, Ledger sendiri mendapatkan Oscar untuk Best supporting Actor. Suatu pencapaian sendiri, karena sebelumnya film adaptasi komik belum pernah memenangi Oscar untuk kategori akting.

Film berdurasi 2 jam lebih ini menyuguhkan banyak action, ledakan, dan isi otak Joker yang lebih psikopat dibanding penjahat dalam film psikopat (saya tidak bisa bilang lebih banyak, untuk menjaga tidak ada spoiler). Di tengah film, Harvey Dent yang awalnya adalah karakter baik dirubah oleh Joker menjadi karakter antagonis, Two-Face. Make up Two-Face sendiri membuat Two-Face versi Tommy Lee Jones seperti topeng Halloween anak-anak.

Cerita yang dibangun dengan sempurna dari awal, berakhir diplomatis di mana tidak semua superhero mendapatkan keinginannya. Seperti perempuan, tenar, dipuja, dan mengalahkan penjahatnya, tidak, saya tidak menyindir Spider-man, atau Iron Man :P

Dialog cerdas mewarnai film ini, membuatnya lebih dari sekedar film superhero. Tidak seperti Batman and Robin di mana kita mendapati “BOOM” “POW” “SHAZAM” dan sebagainya.

In the end, The Dark Knight adalah film yang harus Anda tonton sebelum Anda meninggal. Because it’s just too good.

Lanjutan TDK, yaitu The Dark Knight Rises dijadwalkan tayang Summer 2012 ini, dan akan menutup trilogi The Dark Knight.

(500) Days of Summer

500 Days of Summer
Percayalah, film ini sama sekali tidak berhubungan dengan musim panas. Film ini menceritakan hubungan Tom (Joseph) yang percaya pada cinta sejati dengan Summer (Zooey) yang tidak percaya pada cinta selama 500 hari. Umumnya film bergenre serupa dapat ditonton tanpa memeras otak dan dilalui dengan canda tawa. Tetapi, 500 DOS justru menarik saya untuk menontonnya lagi dan lagi. Hingga dalam 1 hari saya menonton film ini sampai 3x.

Terlepas dari paras cantik Zooey yang berhasil menarik hati setiap penontonnya lalu menghancurkannya di saat yang tepat, film beralur maju-mundur ini memiliki cerita yang sangat kuat disertai dengan dialog-dialog brilian yang akan terus diingat oleh penontonnya. Tidak heran, pada saat pemutaran perdananya, di Cannes Festival, 500 DOS mendapatkan standing applause. Suatu hal yang jarang bagi film bergenre romantic-comedy.

Chemistry yang dibangun oleh Tom dan Summer berjalan dengan sangat natural, membuat penonton serasa di dalam cerita. Scene-scene klise yang biasa berteberan di film setipe jarang ditemukan. Seperti misalnya, mereka bermain-main di IKEA (C’mon mana ada orang Indonesia pacaran di IKEA?? Terlepas dari fakta IKEA gak ada di Indonesia).

Soundtrack yang terserta dalam film ini mendukung tiap aspek film ini. Seperti lagu “The Smiths - There Is A Light That Never Goes Out” yang dinyanyikan oleh Summer saat adegan di dalam lift. Siapapun pria yang menjadi Tom akan langsung jatuh cinta pada saat itu juga.
Dengan ritme yang sebenarnya cukup lambat, penonton tidak akan dibuat bosan (setidaknya saya), dan akhirnya setelah melalui jatuh bangun Tom, film ini berakhir dengan manis.

“Not your average romantic-comedy movie”

8.27.2010

Indonesian's Got Talent!




Last few weeks I’ve been stumbled upon a new show offered by Indosiar called “Indonesian’s Got Talent”. Probably, some of you have noticed that this is a “Got Talent” franchise owned by Simon Cowell from England.
Lots of people think that this is the imitation from “Indonesia Mencari Bakat (IMB)”. But it’s only a matter of perception. Just so you know, IGT have been planned since 2008, but aired on 2010. Meanwhile, Trans TV, the one who imitate IMO, is faster to aired their own show. Just people just don’t know the facts.
Clearly, I don’t like imitation, and from the quality have offered, I saw that IGT gives more entertaining element rather than IMB. Why?
The talents from IGT is jut outstanding. See for yourself some videos below. Even on its qualification stage, IGT has shown the quality. And also, I think that IMB is just commercializing their own show by extending the elimination process. It’s just too Indonesian. 






If you are interested just as I am, make sure you check Indosiar every Friday at 8 pm. You can also watch their performance through Youtube here.

8.20.2010

Hello!

Aahh, it's been a while since the last time I blogged.
This time, maybe I'll put more efforts into it.


This blog is just going to be the reflection of storm in my brain. 
I could be sarcastic at once and controversial on the others, but hey! That's just what I think


So, Enjoy!